NILAI DAN ETIKA LINGKUNGAN DALAM TEORI DAN APLIKASINYA
DI
RUMAH PROF. SUPLI EFFENDI RAHIM, PHD, M.Sc

NAMA : WIWIN
DWI SAPUTRI
NPM :
13.13101.10.24
DOSEN
PEMBIMBING : PROF. DR. SUPLI EFFENDI RAHIM, M.Sc
PROGRAM PASCA SARJANA KESEHATAN
MASYARAKAT
STIK BINA HUSADA PALEMBANG
TAHUN 2014
NILAI
DAN ETIKA LINGKUNGAN DALAM TEORI DAN APLIKASINYA
DI
RUMAH PROF. SUPLI EFFENDI RAHIM, PHD, M.Sc
A. Nilai Lingkungan
Nilai adalah sesuatu yang penting, baik dan
berharga. Dalam nilai terkandung sesuatu yang ideal, harapan yang
dicita-citakan untuk kebajikan. Menilai berarti menimbang, suatu kegiatan
menghubungkan sesuatu dengan yang lain dan kemudian mengambil keputusan.
Sesuatu dianggap punya nilai jika sesuatu itu dianggap penting, baik dan berharga
bagi kehidupan umat manusia. Baik ditinjau dari segi religius, politik, hukum,
moral, etika, estetika, ekonomi, lingkungan dan sosial budaya.
Adapun lingkungan adalah istilah yang dapat mencakup
segala makhluk hidup dan tak hidup di alam, yang berfungsi secara alami tanpa
campur tangan manusia yang berlebihan atau kesatuan makhluk hidup termasuk di
dalamnya ada manusia dan segala tingkah lakunya demi melangsungkan
perikehidupan dan kesejahteraan manusia maupun mahkluk hidup lainnya yang ada
di sekitarnya.
Nilai lingkungan artinya ada kandungan yang terdapat
dalam lingkungan. Lingkungan yang mempunyai nilai positif, berharga dan
dipentingkan dengan sebaik-baiknya, dimana artinya yang berkarakter dan
mendukung terciptanya perwujudan nilai-nilai lingkungan dalam menunjang
kehidupan, sepeti karakter cinta pada Sang Maha Pencipta dan segenap
ciptaan-Nya. Begitupun sebaliknya. Jadi nilai lingkungan yang berharga tersebut
sangatlah penting bagi perkembangan semua makhluk untuk bertahan hidup dan
untuk beribadah pada Sang Pencipta.
Artinya juga nilai lingkungan harus mencakup
kemandirian dan tanggung jawab, kejujuran dan amanah, diplomatis, hormat dan
santun, dermawan, suka tolong-menolong, gotong royong dan kerjasama dalam
menjaga dan melestarikan lingkungan.
B. Etika Lingkungan
Etika Lingkungan berasal dari dua
kata, yaitu Etika dan Lingkungan. Etika
berasal dari bahasa yunani yaitu “Ethos” yang berarti adat istiadat atau
kebiasaan. Ada tiga teori mengenai pengertian etika, yaitu: etika Deontologi,
etika Teologi, dan etika Keutamaan. Etika Deontologi adalah suatu tindakan di
nilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan
kewajiban. Etika Teologi adalah baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan
atau akibat suatu tindakan. Sedangkan Etika keutamaan adalah mengutamakan
pengembangan karakter moral pada diri setiap orang.
Lingkungan adalah segala sesuatu
yang ada di sekitar manusia yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan
kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lain baik secara langsung maupun secara
tidak langsung.
Jadi, etika lingkungan merupakan
kebijaksanaan moral manusia dalam bergaul dengan lingkungannya.etika lingkungan
diperlukan agar setiap kegiatan yang menyangkut lingkungan dipertimbangkan
secara cermat sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan sehubungan
dengan penerapan etika lingkungan sebagai berikut:
a. Manusia merupakan bagian dari
lingkungan yang tidak terpisahkan sehngga perlu menyayangi semua kehidupan dan
lingkungannya selain dirinya sendiri.
b. Manusia sebagai bagian dari
lingkungan, hendaknya selalu berupaya untuk menjaga terhadap pelestarian ,
keseimbangan dan keindahan alam.
c. Kebijaksanaan
penggunaan sumber daya alam yang terbatas termasuk bahan energy.
Lingkungan
disediakan bukan untuk manusia saja, melainkan juga untuk makhluk hidup yang
lain.Di samping itu, etika Lingkungan tidak hanya berbicara mengenai perilaku
manusia terhadap alam, namun juga mengenai relasi di antara semua kehidupan
alam semesta, yaitu antara manusia dengan manusia yang mempunyai dampak pada
alam dan antara manusia dengan makhluk hidup lain atau dengan alam secara
keseluruhan.
Jenis-Jenis Etika Lingkungan
Etika lingkungan hidup berbicara mengenai perilaku manusia terhadap alam serta
hubungan antara semua kehidupan alam semesta. Etika lingkungan (etika ekologi)
adalah pendekatan terhadap lingkungan yang melihat pentingnya memahami
lingkungan sebagai keseluruhan kehidupan yang saling menopang, sehingga semua
unsur mempunyai arti dan makna yang sama. Prinsip etika ekologi adalah: semua bentuk kehidupan memiliki nilai bawaan dan
karena itu memiliki hak untuk menuntut penghargaan karena harga diri, hak untuk
hidup dan hak untuk berkembang.
Etika lingkungan dapat dibedakan menjadi etika pelestarian dan etika
pemeliharaan. Etika pelestarian adalah etika yang menekankan pada
mengusahakan pelestarian alam untuk kepentingan manusia, sedangkan etika
pemeliharaan dimaksudkan untuk mendukung usaha pemeliharaan lingkungan untuk
kepentingan semua mahluk. Etika ekologi dapat dibedakan menjadi etika ekologi
mendalam dan etika ekologi dangkal.
Etika Ekologi Dangkal
Etika ekologi dangkal merupakan pendekatan terhadap lingkungan yang
menekankan fungsi lingkungan sebagai sarana penyelenggaraan kepentingan manusia
dan bersifat antroposentris. Etika ekologi dangkal biasa diterapkan pada
filsafat rasionalisme dan humanisme serta ilmu pengetahuan mekanistik. Dalam
hal ini, alam hanya dipandang sebagai alat pemenuhan kebutuhan hidup manusia.
Poin-poin penekanan dalam etika antroposentris adalah sebagai berikut.
·
Manusia terpisah dari alam.
·
Mengutamakan hak-hak manusia atas
alam tetapi tidak menekankan tanggung jawab manusia.
·
Mengutamakan perasaan manusia sebagai
pusat keprihatinannya.
·
Kebijakan dan manajemen sunber daya
alam untuk kepentingan manusia.
·
Norma utama adalah untung rugi.
·
Mengutamakan rencana jangka pendek.
·
Pemecahan krisis ekologis melalui
pengaturan jumlah penduduk khususnya di negara miskin.
·
Menerima secara positif pertumbuhan
ekonomi.
Jenis etika antroposentris.
1.
Etika
antroposentris yang menekankan segi estetika alam (etika lingkungan harus dicari pada kepentingan manusia, secara khusus
kepentingan estetika).
2.
Etika
antroposentris yang mengutamakan kepentingan generasi penerus(mendasarkan etika lingkungan pada perlindungan atau konservasi alam yang
ditujukan untuk generasi penerus manusia).
Etika Ekologi Mendalam
Dalam hal ini, alam dipandang memiliki fungsi kehidupan, patut dihargai
dan diperlakukan dengan cara yang baik (etika lingkungan ekstensionisme
atau preservasi). Karena alam disadari sebagai penopang kehidupan manusia dan
seluruh ciptaan. Untuk itu manusia dipanggil untuk memelihara alam demi
kepentingan bersama, kepentingan manusia dan kepentingan alam itu sendiri.
Berikut adalah poin-poin yang ditekankan dalam etika ekologi.
·
Manusia adalah bagian dari alam
·
Menekankan hak hidup mahluk lain,
walaupun dapat dimanfaatkan oleh manusia, tidak boleh diperlakukan
sewenang-wenang
·
Prihatin akan perasaan semua mahluk
dan sedih kalau alam diperlakukan sewenang-wenang
·
Kebijakan manajemen lingkungan bagi
semua mahluk
·
Alam harus dilestarikan dan tidak
dikuasai
·
Pentingnya melindungi keanekaragaman
hayati
·
Menghargai dan memelihara tata alam
·
Mengutamakan tujuan jangka panjang
sesuai ekosistem
·
Mengkritik sistem ekonomi dan politik
dan menyodorkan sistem alternatif yaitu sistem mengambil sambil memelihara.
Berikut
adalah jenis-jenis etika ekologi mendalam.
1.
Etika Neo-Utilitarisme. Etika
ini merupakan pengembangan etika utilitarisme Jeremy Bentham yang dipelopori
Pete Singer yang menekankan kebaikan untuk semua sehingga kebaikan etika
lingkungan ditujukan untuk seluruh mahluk.
2.
Etika Zoosentrisme.
Etika ini menekankan perjuangan hak-hak binatang (pembebasan binatang) dengan
tokoh Charles Brich. Menurut etika ini, binatang memiliki hak menikmati
kesenangan karena mereka dapat merasa senang dan harus dicegah dari penderitaan
dan menjadikan rasa senang/penderitaan binatang sebagai salah satu standar
moral.
3.
Etika Biosentrisme. Etika
ini menekankan kehidupan sebagai standar moral dengan salah satu tokohnya
adalah Kenneth Goodpaster. Hal yang dijadikan tujuan bukanlah rasa senang atau
menderita tetapi kemampuan atau kepentingan untuk hidup. Dengan menjadikan
kepentingan untuk hidup sebagai standar moral, maka yang dihargai secara moral
bukan hanya manusia dan hewan, melainkan seluruh makhluk hidup yang ada.
4.
Etika Ekosentrisme.
Etika ekosentrisme menekankan keterkaitan seluruh organisme dan anorganisme
dalam ekosistem. Setiap individu mamiliki keterkaitan satu sama lain secara
mutual dan memandang bumi sebagai suatu pabrik terintegrasi berisi organsime
yang saling membutuhkan, saling menopang dan saling memerlukan. Kematian dan
kehidupan haruslah diterima secara seimbang. Hukum alam memungkinkan mahluk
saling memangsa diantara semua spesies. Ini menjadi alasan mengapa manusia
boleh memakan unsur-unsur yang ada di alam, seperti binatang maupun
tumbuhan. Menurut salah satu tokohnya, John B. Cobb, etika ekosentrisme
mengusahakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan kepentingan
keseluruhan dalam ekosistem.
Strategi
Penerapan Etika Lingkungan
1. Sikap
Hormat terhadap Alam (Respect For Nature). Hormat
terhadap alam merupakan prinsip dasar bagi manusia sebagai bagian dari alam
semesta seluruhnya. Setiap anggota komunitas ekologis, termasuk manusia,
berkewajiban menghargai dan menghormati setiap kehidupan dan spesies serta
menjaga keterkaitan dan kesatuan komunitas ekologis.
2. Prinsip
Tanggung Jawab (Moral Responsibility For Nature). Manusia
mempunyai tanggung jawab terhadap alam semesta (isi, kesatuan, keberadaan dan
kelestariannya).
3. Solidaritas
Kosmis (Cosmic Solidarity). Prinsip solidaritas
muncul dari kenyataan bahwa manusia adalah bagian yang menyatu dari alam
semesta dimana manusia sebagai makhluk hidup memiliki perasaan sepenanggungan
dengan alam dan dengan sesama makhluk hidup lain.
4. Prinsip
Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Alam (Caring For Nature). Manusia
digugah untuk mencintai, menyayangi, dan melestarikan alam semesta dan seluruh
isinya, tanpa diskriminasi dan tanpa dominasi yang muncul dari kenyataan bahwa
sebagai sesama anggota komunitas ekologis, semua makhluk hidup mempunyai hak
untuk dilindungi, dipelihara, tidak disakiti, dan dirawat.
C. Evaluasi Nilai dan Etika
Lingkungan di Rumah Prof. Supli
Kolam Ikan:

Berfungsi sebagai :
1. Penampung
air hujan
2. Penampung
limbah
3. Peternakan
ikan
4. Tempat
rekreasi
Bak Penampungan:

Berfungsi sebagai :
1. Bisa
mandi/ berenang
2. Banjir
dan kekeringan berkurang
3. Antisipasi
kekurangan air
4. Menampung
air hujan sementara untuk di alirkan ketempat lain
Plafon Terbuka:

Berfungsi sebagai:
1. Untuk
penerangan
2. Untuk
ventilasi
3. Menyiram
langsung tanaman dari air hujan
Dam Penampung:

Berfungsi sebagai:
1. Menampung
air
2. Mengurangi
kekeringan
3. Untuk
wudhu
4. Untuk
menyiram tanaman
Taman Anggrek:

Berfungsi sebagai:
1. Rekreasi
dan keindahan
2. Punya
nilai jual
3. Pelestarian
tanaman/ jenis-jenis anggrek
4. Bahan
penelitian
Semua yang diatas berfungsi multiguna, menampung 70%
air hujan
Evaluasi
Nilai Lingkungan di Rumah Prof. Supli Effendi Rahim, PHD, M.Sc
A. Nilai
ekonomi total/ total ekonomis
1. Pembuatan
kolam ikan dimana tanah galiannya dimanfaatkan untuk penimbunan tanah sekitar
sehingga dapat mengurangi biaya penimbunan.
2. Ikan
yang terdapat dikolam dapat dikonsumsi sediri atau dijual
3. Budidaya
tanaman/ bunga dapat dimanfaatkan sendiri atau dijual
4. Pemanfaatan
air hujan yang ditampung untuk keperluan dapat menghemat pemakaian air yang
berasal dari PDAM.
5. Pemanfaatan
cahaya matahari kedalam rumah dapat digunakan untuk penerangan sehingga dapat
menghemat listrik.
6. Adanya
ventilasi yang baik sehingga udara menjadi sejuk, alami tanpa menggunakan AC,
sehingga dapat mengurangi pemakaian listrik.
B. Nilai
biologis
1. Kolam
ikan berfungsi sebagai tempat penyerapan air.
2. Adanya
tanaman/ bunga dapat menyejukkan mata sehingga berfungsi sebagai terapi mata.
3. Banyaknya
tanaman dapat menghasilkan oksigen sehingga menimbulkan udara yang segar dan
sehat.
4. Adanya
green house yang berisikan berbagai jenis bunga, misalnya tanaman anggrek.
5. Adanya
tanaman obat dihalaman, misalnya brotowali dan asam jawa.
6. Banyaknya
tanaman dirumah sehingga teduh
7. Adanya
sistem penyaringan air dengan menggunakan saringan ijuk, pasir, arang, koral
dan bata memenuhi syarat aiar bersih untuk kesehatan.
C. Nilai
sosiologis
1. Konsep
rumah dengan lingkungan alamnya yang luas serta banyaknya tanaman/ bunga bisa
dimanfaatkan untuk tempat istirahat dan rekreasi keluarga.
2. Lingkungan
sehat, baik dan nyaman dapat digunakan untuk tempat rekreasi, bersantai yang hemat
dan berwawaskan lingkungan, misalnya kolam ikan yang baik untuk refreshing.
3. Lingkungan
yang baik dapat memberikan contoh terutama untuk pendidikan pada anak-anak
tentang ketertiban, ketentraman, keahlakan, da kelestarian lingkungan hidup.
4. Dapat
memotivasi masyarakat/ seseorang untuk mewujudkan harapan akan rumah sehat dan
lingkungan sehat sesuai dengan apa yang diharapkan.
D. Nilai
Keberadaan
1. Bermanfaat
bagi lingkungan sekitar karena air hujan ditadah dan diresap oleh pohon-pohon sehingga
menguntungkan lingkungan sekitar, misalnya mencegah banjir dan mengurangi
polusi udara.
2. Bak
penampungan air yang berbentuk kolam berfungsi sebagai objek wisata.
E. Nilai
ekologis
1. Kolam
ikan yang ditaburi dengan EM4 sehingga lingkungan ekologisnya terjaga serta
dapat menghasilkan ikan yang lebih berkualitas.
2. Air
hujan yang ditampung dapat didistribusikan pada saat dibutuhkan kebagian/areal
uang lain.
3. Dengan
banyaknya pohon-pohon sehingga menurunkan kadar CO2 sehingga mengurangi
pencemaran udara
4. Tumbuh-tumuhan
membentuk humus, menyimpan air tanah dan mencegah erosi.
F. Nilai
Warisan
1. Lingkungan
yang baik dan sehat dapat menjadi warisan bagi anak dan cucu dan baik untuk
kelangsungan hidup pada generasi yang akan datang.
G. Nilai
Kesehatan
1. Ikan
dikolam dapat memakan jentik-jentik nyamuk sehingga mengurangi jumlah vektor
nyamuk.
2. Adanya
batu-batu kecil sehingga dapat digunakan sebagai sarana refleksi kaki.
3. Cahaya
matahari yang masuk kedalam rumah dapat menyehatkan lingkungan di dalam rumah,
juga dapat membunuh kuman-kuman penyakit.
H. Nilai
Estetika
1. Tanaman-tanaman
serta bunga yang terdapat dihalaman dapat memperindah pemandangan.
Kesimpulan:
Membangun rumah panen hujan merupakan bentuk syukur
kita kepada allah SWT dan memanfaatkan semua yang ada dilangit dan bumi, serta
menjaga kelestarian lingkungan.