TENTANG MALAYSIA

1.
LINGKUNGAN KEPENDUDUKAN

Penduduk Malaysia
terdiri dari berbagai kelompok suku, denganSuku Melayu sejumlah 50,4% menjadi ras terbesar dan bumiputra/suku asli (aborigin) di Sabah dan Sarawak sejumlah 11% keseluruhan penduduk. Menurut
definisi konstitusi Malaysia, orang Melayu adalahMuslim,
menggunakan Bahasa Melayu, yang menjalankan adat dan
budaya Melayu. Oleh karena itu, secara teknis, seorang Muslim dari ras manapun
yang menjalankan kebiasaan dan budaya Melayu dapat dipandang sebagai Melayu dan
memiliki hak yang sama ketika berhadapan dengan hak-hak istimewa Melayu seperti
yang dinyatakan di dalam konstitusi. Melebihi separo bagian dari keseluruhan
penduduk, bumiputra non-melayu menjadi kelompok dominan di negara bagian
Sarawak (30%-nya adalah Iban), dan mendekati 60% penduduk Sabah
(18%-nya adalah Kadazan-Dusun, dan 17%nya adalah Bajaus).Bumiputra
non-Melayu itu terbagi atas puluhan kumpulan ras tetapi memiliki budaya umum
yang sama. Hingga abad ke-20, kebanyakan dari mereka mengamalkan kepercayaan
tradisional tetapi kini telah banyak yang sudah memeluk Kristen atau Islam.
Masuknya ras lain sedikit banyak mengurangi persentase penduduk pribumi di
kedua negara bagian itu. Juga terdapat kelompok aborigin dengan jumlah sedikit di Semenanjung, mereka
biasa disebut Orang Asli.
23,7% penduduk adalah Tionghoa-Malaysia, sedangkan India-Malaysia sebanyak
7,1% penduduk. Sebagian besar komunitas India adalah Tamil (85%),
tetapi berbagai kelompok lainnya juga ada, termasuk Malayalam, Punjab,
dan Gujarat. Sebagian lagi penduduk Malaysia berdarah campuran Timur Tengah, Thailand, dan Indonesia. Keturunan Eropa dan Eurasia termasuk Britania yang menetap di Malaysia sejak
zaman kolonial, dan komunitas Kristang yang
kuat diMelaka. Sejumlah kecil orang Khmer dan Vietnam menetap di Malaysia sebagai pengungsi Perang Vietnam.
Sebaran penduduk
sangat tidak merata, dengan lebih dari 17 juta penduduk menetap di Malaysia Barat, sedangkan tidak lebih dari 7 juta menetap di Malaysia Timur. Karena tumbuhnya industri padat tenaga kerja,
Malaysia memiliki 10% sampai 20% pekerja imigran dengan besarnya ketidakpastian
jumlah pekerja ilegal, terutama asalIndonesia. Terdapat sejuta pekerja imigran yang legal dan
mungkin orang asing ilegal lainnya. Negara bagian Sabah sendiri memiliki hampir
25% dari 2,7 juta penduduknya terdaftar sebagai pekerja imigran ilegal menurut
sensus terakhir. Tetapi, gambaran 25% ini diduga kurang dari setengah gambaran
yang diperkirakan oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat.
Sebagai tambahan,
menurut World Refugee Survey 2008, yang diterbitkan oleh Komisi
Pengungsi dan Imigran Amerika Serikat, Malaysia menampung pengungsi dan pencari
suaka mendekati angka 155.700. Dari jumlah ini, hampir 70.500 pengungsi dan
pencari suaka berasal dari Filipina, 69.700 dari Myanmar, dan 21.800 dari Indonesia.Komisi Pengungsi dan Imigran Amerika Serikat menamai
Malaysia sebagai salah satu dari sepuluh tempat terburuk bagi pengungsi karena
adanya praktik diskriminasi negara kepada pengungsi. Petugas Malaysia
dilaporkan memulangkan pendatang secara langsung kepada penyelundup manusia
pada 2007, dan Malaysia menugaskan RELA, milisi sukarelawan, untuk menegakkan undang-undang
imigrasi negara itu.
2. TAMAN
KOTA

Kualalumpur
adalah ibukota negara Malaysia. Di kota ini terdapat Menara Kembar Petronas, yang
menjulang tinggi ke angkasa dan merupakan menara kembar tertinggi di dunia
sampai tahun 2003 karena setelah itu terkalahkan oleh menara Taipei 101 di
Taiwan. Keunikan menara petronas adalah jembatan penghubung yang tingginya 170
meter dari permukaan tanah. Masyarakat umum dapat masuk di hari Selasa sampai
Minggu dari jam 8:30 sampai 17:00. Dari jembatan tersebut dapat dilihat pemandangan kota
Kualalumpur dan taman dibawahnya.
Diantara bangunan gedung
gedung tinggi yang masif dan artificial, adanya taman yang luas dan tertata
baik akan nampak dari ketinggian sebagai pusat daya tarik alami untuk mengajak
orang berkunjung ke taman, melepaskan kepenatan, kebebasan berekspresi,
berinteraksi sosial dan mereguk oksigen sepenuhnya. Taman Kota dibangun diantara gedung gedung beton
Perkantoran, Mal, Plaza yang dapat memberikan kesejukan dengan adanya tanaman
hijau dipadukan dengan ruang-ruang terbuka dan kolam air yang tertata
baik dan jernih.
Kuala
Lumpur sebagai ikon Malaysia memiliki taman kota, salah satunya bernama Taman
Tasik Perdana yang memiliki luas sampai 92 hektar. Taman Tasik Perdana ini
berada di dekat Parlemen Malaysia yang sebelumnya merupakan tempat tinggal
pejabat Britania. Taman Tasik Perdana ini meliputi taman-taman lainnya yang
berada didalamnya seperti Taman Bunga Raya, Taman Anggrek, Taman Kupu-kupu, dan
juga Taman Burung Kuala Lumpur yang merupakan taman burung paling gede se-Asia
Tenggara. Selain itu, ada juga taman-taman lainnya seperti Taman KLCC, Taman
Tasik Titiwangsa, Taman Tasik Permaisuri, Taman Botani, Taman Ekuestrian, dan
juga Taman Lembah Barat Bukit Kiara.
3. PUSAT
KESEHATAN MASYARAKAT

Dalam sejarahnya, pelayanan kesehatan di Malaysia telah melalui
perubahan radikal. Pada masa prakolonial awal, perawatan medis hanya terbatas
pada obat tradisional yang umum di kalangan populasi lokal, seperti Malaysia,
Cina, dan kelompok etnis lain. Kedatangan kolonialisme membawa praktik medis
Barat ke negara ini. Sejak kemerdekaan Malaysia pada Agustus 1957, sistem
perawatan medis berubah secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan medis saat
ini.
Sistem kesehatan Malaysia memerlukan para dokter untuk melaksanakan
tugas tiga tahun pelayanan di rumah sakit umum untuk
meyakinkan sumber daya manusia rumah-rumah sakit itu tetap terjaga. Baru-baru
ini dokter-dokter asing juga ditugaskan untuk bekerja di sini. Tetapi masih
juga sejumlah kekurangan tenaga medis, khususnya yang berpengalaman spesialis,
hasilnya pelayanan dan perawatan kesehatan tertentu hanya ada di kota-kota
besar. Upaya-upaya terbaru untuk menghadirkan banyak fasilitas ke kota-kota
lain dihambat oleh kurangnya ahli untuk menjalankan peralatan yang tersedia
dari para investor.
Sebagian besar rumah sakit swasta berada di perkotaan, dan tidak seperti
banyak rumah sakit umum, diperlengkapi dengan fasilitas diagnosis dan
visualisasi terbaru. Rumah sakit swasta umumnya tidak dilihat sebagai investasi
ideal sedikitnya perlu waktu sepuluh tahun sebelum investor meraih untung.
Namun, situasi itu kini berubah dan perusahaan kini melihat wilayah ini lagi,
terkhusus memperhatikan kenaikan minat orang asing yang datang ke Malaysia
untuk tujuan perawatan kesehatan dan fokus pemerintah terbatu untuk membangun
industri pariwisata
kesehatan.
4.
PEMUKIMAN

Negara Federasi
Malaysia kini laju ekonominya makin maju pesat mendorong pemerintah setempat
membangun pemukiman-pemukiman baru baik tempat tinggal penduduk, sekolah maupun
layanan sosial lainnya diseluruh pelosok Malaysia. Pemukiman penduduk dinegara
ini berawal dari pembangunan pelabuhan dikawasan semenanjung Malaya kemudian
seiring dengan perkembangan pelabuhan yang pesat dibangun pemukiman penduduk
dalam kawasan pelabuhan ini lambat laun menjadi sebuah kota yang cukup megah
kala itu. Pembangunan pemukiman penduduk negara Malaysia kian berkembang
setelah negara ini meraih kemerdekaan 31 agustus 1957 dengan arsitektur gedung
pemukiman penduduk cukup modern, meski pemukiman penduduk masih didominasi
rumah pribadi saat itu. Pasca Malaysia meraih kemerdekaan pembangunan pemukiman
penduduk di Malaysia cepat berkembang begitu pesat apalagi memasuki tahun 1980-an
dibawah pemerintahan PM Mahathir Muhammad pembangunan pemukiman penduduk di
negara ini memasuki fase baru melalui pelbagai megaproyek pemukiman penduduk
seperti : perumahan, real estate, apartement, villa dan megaproyek menara
kembar petronas, istana pemerintahan Putrajaya yang mewah dan inovatif.
Pembangunan pemukiman pada masa Mahathir Muhammad boleh dibilang fantatis dan
inovatif dengan pelbagai pembangunan pemukiman yang cukup mewah, megah dan
dengan model bangunan pemukiman yang menjulang tinggi bagai pencakar langit
seperti: apartement, rumah susun, perumahan, real estate misalnya tidak kalah
dengan negara lain. Pembangunan pemukiman penduduk memasuki 2002-an atau 10
tahun terakhir dikawasan Malaysia terus mengalami kemajuan yang berarti dengan
pertumbuhan proyek propety yang cukup tinggi dengan arsitektur yang mewah,
megah dan inovatif mencakup hampir seluruh wilayah Malaysia.
Pembangunan pemukiman
dinegara ini juga dilengkapi fasilitas modern poliklinik, sekolah, bank,
swalayan, kantor pos dan juga penghijauan kota dengan pembangunan taman-taman
kota yang inovatif membuat panorama alam kawasan pemukiman penduduk indah serta
asri. Penghijauan pemukiman penduduk juga menjadi bagian dari program
pembangunan kota dan dilihat kondisi alam dan pola pembangunan pemukiman negara
Malaysia yang terdiri dari beberapa negara bagian ini tidak jauh dari negara
Indonesia, namun kemampuan dalam mengembangkannya memiliki perbedaan baik dari
dana, manejemen, tenaga kerja sehingga pembangunan pemukiman pun sedikit mengalami
perbedaan tetapi tetap berkualitas. Pembangunan pemukiman penduduk di Malaysia
mampu memberi pola pikir yang maju bagi masyarakat setempat dan menjadi
tantangan dalam mengembangkan pembangunan pemukiman penduduk yang berwawasan
lingkungan dikemudian hari.
Malaysia memiliki
jalan-jalan besar yang menghubungkan semua kota besar di pesisir barat
Semenanjung Malaysia. Pada 2006, panjang keseluruhan Sistem Jalur Cepat Malaysia adalah 1.471,6 kilometer.
Jejaring itu menghubungkan semua kota besar dan sekitarnya: Klang Valley, Johor Bahru, dan Penang satu
sama lain. Jalur motor utama (E1 dan E2, E1 adalah bagian Utara Kuala Lumpur,
sedangkan E2 adalah bagian selatan), terentang dari ujung utara dan selatan
Semenanjung Malaysia, masing-masing di Bukit Kayu Hitam dan Johor Bahru. Jalur
itu bagian dari Jaringan Jalur Cepat Asia, yang juga menghubungkan Thailand
dan Singapura.
Jalan di Malaysia
Timur dan pesisir timur Semenanjung Malaysia relatif kurang terbangun. Semua
itu berupa jalan yang sangat berkelok-kelok melewati pegunungan dan belum
dilapisi aspal, jalan berkerikil. Akibatnya, sungai masih menjadi jalur
transportasi penting, di sampingpesawat udara sebagai modus utama atau alternatif
transportasi bagi penduduk pedalaman.
Jasa kereta api di
Malaysia Barat dioperasikan oleh Keretapi Tanah Melayu dan
memiliki rel cukup banyak yang menghubungkan semua kota besar dan kota kecil di
semenanjung, yang juga melebar hingga Singapura. Juga ada rel pendek di Sabah yang dioperasikan oleh Sabah State
Railway yang utamanya mengangkut komoditas. Juga ada pelabuhan di negara ini. Pelabuhan besar adalah Port Klang danTanjung Pelepas di
Johor. Pelabuhan penting lainnya dapat ditemukan di Tanjung Kidurong, Kota Kinabalu, Kuching, Kuantan, Pasir Gudang,Penang, Miri, Sandakan, and Tawau.
Bandar Udara ditemukan di pelosok negara. Bandar Udara
Internasional Kuala Lumpur (KLIA) adalah bandar udara terbesar
di negara ini. Bandar udara penting lainnya termasuk Bandar Udara
Internasional Kota Kinabalu, Bandar Udara Internasional Penang,Bandar Udara Internasional
Kuching, Bandar Udara
Internasional Langkawi, dan Bandar Udara Internasional
Senai. Juga ada bandar udara di kota-kota kecil, juga pelabuhan
udara perintis domestik di kawasan perkotaan Sabah dan Sarawak. Terdapat jasa
penerbangan harian Timur dan Barat Malaysia, satu-satunya pilihan yang tepat
bagi konsumen perjalanan dari dua belahan negara ini. Malaysia adalah rumah
bagi maskapai udara murah di kawasan ini, AirAsia. AirAsia berbasis di Kuala Lumpur dan memelihara
penerbangan ke Asia Tenggara dan Cina. Di Kuala Lumpur, AirAsia mengoperasikan Low
Cost Carrier Terminal (LCCT) di KLIA.
Jasa telekomunikasi
antarkota disediakan di Malaysia Barat terutama oleh riley radio gelombang
pendek. Telekomunikasi internasional disediakan melalui kabel bawah laut dan
satelit. Salah satu perusahaan telekomunikasi terpenting dan terbesar di
Malaysia adalahTelekom Malaysia (TM),
yang menyediakan produk-produk dan pelayanan dari sambungan tetap, sambungan
bergerak, juga jasa akses Internet dial-up dan broadband.
TM memiliki semi-monopoli jasa sambungan telepon tetap di negara ini.
Pada Desember 2004,
Menteri Energi, Air, dan Komunikasi Lim Keng Yaik melaporkan
bahwa hanya 0,85% atau 218.004 orang di Malaysia menggunakan jasa broadband.
Tetapi, angka ini didasarkan pada banyaknya pelanggan, sedangkan satuan
persentase rumah tangga mencerminkan situasi lebih akurat. Ini menggambarkan
kenaikan 0,45% di tiga triwulan. Dia juga melaporkan bahwa pemerintah
menargetkan penggunaan 5% pada 2006 dan berlipat dua menjadi 10% pada 2008. Lim
Keng Yaik mendorong perusahaan-perusahaan telekomunikasi lokal dan penyedia
jasa untuk membuka mil terakhir dan harga lebih murah agar menguntungkan
pengguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar